Connect with us
pasang

Ekspos Sulbar

Jual Gas Elpiji 3 Kg di Atas Harga HET, Diskoperindag Tegur Pangkalan Nakal.

Ekspos Mamasa

Jual Gas Elpiji 3 Kg di Atas Harga HET, Diskoperindag Tegur Pangkalan Nakal.

Jual Gas Elpiji 3 Kg di Atas Harga HET, Diskoperindag Tegur Pangkalan Nakal.

 

MAMASA, EKSPOSSULBAR – Beberapa pekan terakhir, masyarakat Kabupaten Mamasa mengeluhkan harga Gas LPG 3 Kilogram yang mengalami kenaikan drastis.

Harga elpiji bersubsidi itu, terdapat beberapa Pangkalan dan pengecer yang melakukan permainan harga yang sudah melampaui batas Penjualannya dengan harga Rp. 30.000 hingga Rp.35.000.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian, UMKM dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mamasa, melalui Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras), melakukan pemantauan di beberapa tempat. Diantaranya, Kota Mamasa, Kecamatan Balla dan Kecamatan Tawalian.

Kepala Bidang Sapras, Koperindag Kabupaten Mamasa, Samsu Marlin mengatakan, ada beberapa pangkalan dan pengecer yang mencoba melakukan permainan Harga eceran diatas harga yang telah di tetapkan perbub Mamasa Nomor 540/KPTS.44/I/2016 senilai Rp. 18.000 pertabunnya. Meski demikian tidak semua pangkalan melakukan hal tersebut,

“Untuk di pangkalan, harga eceran Rp. 18.500,” kata Samsu Marlin, Rabu 31 Maret 2021.

Samsu Marlin menjelaskan, adanya kenaikan harga di beberapa pangkalan maupun pengecer karena terjadinya kelangkaan tabung elpiji bersubsidi.

Selain itu, pengecer juga menaikkan harga karena mereka membeli dipangkalan maupun pengecer dari luar Mamasa senilai Rp. 20.000 sampai 25.000, sehingga beberapa pengecer ditemukan melakukan penjualan gas elpiji bersubsidi sebesar Rp. 30.000 sampai Rp.35.000.

“Mereka menaikkan harga karena dia juga ingin meraup keuntungan,” katanya.

Meski demikian, pihak Dinas Koperindag Kabupaten Mamasa tetap memberikan teguran kepada beberapa pangkalan Elpiji 3 kg maupun pengecer serta menghimbau agar tidak menjual gas elpiji bersubsidi diatas harga yang telah di tetapkan Perbub Mamasa.

Untuk menertibkan kata dia, mesti berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mamasa agar sama sama ke pangkalan atau pengecer untuk menekan harga eceran yang sudah ditetapkan.

Lanjud Sumarlin jika berdasarkan aturan, para pengecer tidak diperbolehkan menjual gas elpiji tanpa mengantongi izin resmi.

“Apalagi memang di Mamasa ini, pasokan sangat kurang. Tiap pangkalan hanya dapat 30 sampai 40 tabung gas saja setiap kali pengiriman, memang sangat kurang,” jelasnya.

Sementara, dari jumlah data Kepala Keluarga (KK) pengguna Gas Elpiji 3 Kilogram Se kabupaten Mamasa sebanyak 28. 244.

Rata-ratanya, pemakaian gas elpiji tiap KK dalam satu bulannya, emapt tabung. Sehingga, jika dikalikan dengan pengguna, maka kebutuhan Gas Elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Mamasa sebanyak 112.967.

“Yang terpenuhi setiap bulannya di Kabupaten Mamasa, hanya 47.000 Gas Elpiji saja,” katanya.

Sehingga, Kabupaten Mamasa masih mengalami kekurangan Gas Elpiji sebanyak 65. 976 tiap bulannya.

Continue Reading
Advertisement
Loading...
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekspos Mamasa

Loading...
To Top